Minggu, 23 Juni 2013

kel 8 : blogspot



Blogspot
Pertama kali kita membuat blog dengan menggunakan fasilitas blogspot, kita mungkin akan kebingungan dengan fungsi-fungsi yang tersedia pada blogger. Padahal jika diatur dengan baik kita bisa mengoptimalkan blog kita dengan maksimal. Pada postingan kali ini saya akan memberi sedikit penjelasan mengenai fungsi-fungsi dalam menu setting. Supaya teman-teman bisa lebih mudah untuk mengoptimalkan blognya.

1. Menu Settings -> Basic
  • Blog Tools: untuk restore (import blog), backup (export blog) dan hapus blog secara permanen (delete blog).
  • Title: untuk mengisi judul blog. Judul ini akan muncul di header blog dan halaman search engine (serp).
  • Description: untuk mengisi deskripsi blog. Deskripsi ini akan muncul di bagian header blog.
  • Add your blog to our listing: untuk mengatur apakah blog anda mau ditampilkan pada menu blogger seperti blogger play dan next blog atau tidak.
  • Let search engines find your blog: Untuk mengatur apakah blog anda mau di index di halaman mesin pencari Google dan Weblogs.com atau tidak.
  • Show quick editing on your blog: untuk menampilkan icon quick edit pada postingan yang berfungsi untuk mengedit postingan secara langsung dari halaman blog.
  • Show email post links: untuk menampilkan icon berbentuk amplop pada postingan yang berfungsi untuk memperbolehkan pembaca mengirim link artikel kita kepada orang lain via email.
  • Adult Content: untuk menentukan apakah blog kita mengandung konten porno atau tidak.
  • Select Post Editor: untuk memilih jenis post editor yang ingin anda gunakan.
  • Enable Transliteration: untuk mengaktifkan fungsi terjemahan pada post editor kedalam bahasa yang dipilih.


2. Menu Setting -> Publishing
  • Custom domain: Untuk mengganti alamat dari blogspot.com ke domain sendiri seperti .com, .net, .org, dll.
  • Blogspot Address: Kalau custom domain untuk mengganti alamat blogspot ke domain sendiri maka yang ini untuk mengganti alamat blogspot yang satu ke alamat blogspot yang lain. (yang belum terdaftar).
  • Word Verification: kode verifikasi.

3. Menu Setting -> Formatting
  • Show at most: untuk menentukan jumlah postingan yang mau ditampil pada halaman blog.
  • Date Header Format: Untuk menentukan format tanggal yang mau ditampilkan diatas judul posting.
  • Archive Index Date Format: untuk menentukan format tanggal yang mau ditampilkan pada menu arsip yang terletak di kolom sidebar.
  • Timestamp Format: untuk menentukan format waktu yang mau ditampilkan pada postingan.
  • Time Zone: untuk menentukan zona waktu tempat tinggal kita. Misalnya (GMT+07.00) Jakarta untuk wilayah Indonesia.
  • Language: untuk memilih bahasa yang mau digunakan.
  • Convert link breaks: untuk mengatur apakah mau dikonversi kode tag pada post editor secara otomatis. Biarkan Yes saja.
  • Show Title Field: untuk menampilkan judul postingan. Jika pilih No maka blogger akan mengambil beberapa kata pada awal paragraf sebagai judul postingan. Pilih Yes saja.
  • Show Link Field: untuk menambahkan link yang berhubungan kedalam setiap postingan. Jika tidak ada, pilih No saja.
  • Enable Float Alignment: untuk mengaktifkan fungsi penjajaran pada text dan gambar.
  • Post Template: untuk mengisi teks yang mau ditampilkan pada kotak posting.
4. Menu Setting -> Comments
  • Comments: untuk menampilkan kotak komentar.
  • Who Can Comment: untuk menentukan siapa yang boleh memberi komentar.
  • Comment Form Placement: untuk menentukan dimana letak kotak komentar.
  • Comments default for posts: untuk mengatur apakah mau diberi komentar pada postingan baru atau tidak.
  • Backlinks: untuk mengatur apakah mau diberi notifikasi jika ada yang memasang link pada artikel kita atau tidak.
  • Backlinks default for posts: untuk mengatur apakah mau mengaktifkan fungsi backlinks atau tidak.
  • Comments Timestamp Format: untuk memilih format waktu yang mau ditampilkan pada kotak komentar.
  • Comment Form Message: untuk menampilkan pesan singkat diatas kotak komentar.
  • Comment Moderation: untuk menyaring komentar yang masuk sebelum diposting.
  • Show word verification for comments: untuk menampilkan kode verifikasi jika ada yang ingin memberi komentar supaya terhindar dari sistem bot yang melakukan spam.
  • Show profile images on comment: untuk menampilkan gambar profil dari komentator yang memiliki blog di blogger.
  • Comment Notification Email: untuk mendapatkan pemberitahuan dari blogger melalui email jika ada yang meninggalkan komentar.
5. Menu Settings -> Archiving
  • Archive Frequently: untuk mengatur frekuensi arsip. Misalnya arsip harian, mingguan atau bulanan.
  • Enable Post Pages: mengaktifkan halaman posting untuk setiap artikel.

6. Menu Settings -> Site Feed
  • Allow Blog Feed: untuk menentukan jumlah karakter artikel yang dikirim via RSS Feed atau Feed email.
  • Post Feed Redirect URL: untuk mengisi alamat URL Feed Anda. Jika belum punya dikosongin aja.
  • Post Feed Footer: untuk mengisi teks tambahan pada feed.

7. Menu Settings -> Email & Mobile
  • Blogsend Address: untuk mendapat kiriman postingan ke alamat email Anda setiap kali Anda memposting pada blog Anda.
  • Email posting address: untuk menentukan alamat email blogger yang Anda inginkan. Supaya Anda bisa memposting artikel langsung ke blog Anda via email. Catatan: Jangan memberitahu alamat email ini ke orang lain. Jika tidak, orang lain bisa memposting artikel di blog Anda.
  • Mobile Devices: Untuk memposting artikel ke blog anda via MMS atau SMS dari hp anda. Cara register dan penggunaanya baca disini.

8. Menu Settings -> OpenID
  • OpenId: Secara ringkas, openId semacam identitas anda di internet. Dengan openid anda bisa masuk ke dalam website yang berbeda-beda yang mendukung openid tanpa memasukkan username dan password anda seperti lazimnya. Keterangan lanjut tentang OpenID baca disini aja ya.

9. Menu Setting -> Permissions
  • Blog Authors: memperbolehkan orang lain untuk ikut menulis di blog Anda. Caranya klik Add Authors lalu masukkan alamat email orang yang mau diundang kemudian klik Invite.
  • Blog Readers: untuk mengatur siapa yang bisa membaca artikel blog Anda.

kel 9 : e-learning



E-learning
E-learning merupakan singkatan dari Elektronic Learning, merupakan cara baru dalam proses belajar mengajar yang menggunakan media elektronik khususnya internet sebagai sistem pembelajarannya. E-learning merupakan dasar dan konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.
E-learning merupakan bentuk pembelajaran/pelatihan jarak jauh yang memanfaatkan teknologi telekomunikasi dan informasi, misalnya internet, video/audiobroadcasting, video/audioconferencing, CD-ROOM (secara langsung dan tidak langsung). Kegiatan e-learning termasuk dalam model pembelajaran individual. Menurut Loftus (2001) dalam Siahaan (2004) kegiatan e-learning lebih bersifat demokratis dibandingkan dengan kegiatan belajar pada pendidikan konvensional, karena peserta didik memiliki kebebasan dan tidak merasa khawatir atau ragu-ragu maupun takut, baik untuk mengajukan pertanyaan maupun menyampaikan pendapat/tanggapan karena tidak ada peserta belajar lainnya yang secara fisik langsung mengamati dan kemungkinan akan memberikan komentar, meremehkan, atau mencemoohkan pertanyaan maupun pernyataannya.
            Pembelajaran dengan bantuan komputer (PBK) atau Computer Assisted Instruction (CAI) merupakan awal mula kemunculan dari e-learning.
            Dalam era globalisasi seperti sekarang ini, penerapan e-Learning merupakan suatu strategi yang efektif untuk mengejar ketertinggalan bangsa kita dengan bangsa lainnya yang sudah selangkah lebih maju dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), terutama teknologi informasi. Sebagai solusi, e-Learning memiliki keunggulan berupa biaya pengembangan yang lebih murah, lebih baik, serta lebih cepat.
* Lebih Murah. 
            Dikatakan lebih murah karena, metode pembelajaran secara e-Learning tidak mengharuskan peserta kegiatan belajar mengajar menghadiri suatu ruang tertentu yang telah ditetapkan sebelumnya sebagai ruang pertemuan dan ruang tempat proses belajar mengajar terjadi. Selain itu, dengan metode e-Learning, tidak diperlukan keberadaan ataupun penyediaan seorang tutor.
* Lebih Baik.
            Kecepatan belajar ditentukan oleh diri sendiri bukan oleh kemampuan yang diseragamkan dalam kelas. Hal ini, jelas sekali membuat mereka yang memiliki intelegensia tinggi dapat mempelajari subjek masalah yang ingin dipelajari secara lebih mendalam dan dapat lebih banyak lagi mendapatkan informasi yang menarik.
*Lebih Cepat.
            Dikatakan lebih cepat karena, metode pembelajaran secara e-Learning memberi kebebasan kepada pesertanya untuk tidak menghadiri ruang kelas apabila mereka ingin mendapatkan jawaban atas permasalahan mengenai suatu bidang yang saat ini digelutinya atau dipelajarinya, asalkan peserta tersebut memiliki hak akses perangkat teknologi informasi (misalnya komputer), dengan cepat ia akan segera mendapatkan informasi yang dicarinya, bahkan tanpa disadiri ia mungkin akan mendapatkan informasi jauh melebihi dari apa yang ia cari. Ini sangat berbeda sekali dengan metode pembelajaran konvensional, dimana apabila ada suatu masalah yang memerlukan jawaban, biasanya solusi dari masalah tersebut dijabarkan hanya di ruang kelas saja, umumnya dilakukan oleh staf pengajar.
Perancangan e-learning harus berlandaskan kepada konsep pembelajaran, sedangkan teknologinya sendiri merupakan supporting-agent yang berfungsi untuk mempermudah penyampaian materi. Faktor apa yang harus diperhatikan dalam desain pembelajaran melalui e-learning?  Peranan e-learning dalam meningkatkan efektifitas belajar tidak dapat dilepaskan dari konteks pengertian belajar yang efektif (baik menggunakan awalan “e” ataupun tidak). Belajar bukan hanya sekedar transfer informasi dari sumber belajar kepada pembelajar, tetapi harus menghasilkan perubahan yang terjadi akibat dari pengalaman (Gage, 1984).  Belajar yang efektif mempunyai kriteria sebagai berikut :
• melibatkan pembelajar dalam proses belajar.
• mendorong munculnya ketrampilan untuk belajar mandiri (learning how to learn)
• meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan pembelajar.
• memberi motivasi untuk belajar lebih lanjut.
Ø  Fungsi Pembelajaran Elektronik (e-learning) 
Fungsi Pembelajaran Elektronik (e-learning)  Menurut Siahaan (2004), setidaknya ada 3 (tiga) fungsi pembelajaran elektronik terhadap kegiatan pembelajaran di dalam kelas (classroom instruction) :
1. Suplemen (tambahan)
Dikatakan berfungsi sebagai suplemen apabila peserta didik mempunyai kebebasan memilih, apakah akan memanfaatkan materi pembelajaran elektronik atau tidak. Dalam hal ini tidak ada kewajiban/keharusan bagi peserta didik untuk mengakses materi pembelajaran elektronik. Sekalipun sifatnya opsional, peserta didik yang memanfaatkannya tentu akan memiliki tambahan pengetahuan atau wawasan
2. Komplemen (pelengkap)
Dikatakan berfungsi sebagai komplemen apabila materi pembelajaran elektronik diprogramkan untuk melengkapi materi pembelajaran yang diterima peserta didik di dalam kelas. Sebagai komplemen berarti materi pembelajaran elektronik diprogramkan untuk melengkapi materi pengayaan atau remedial. Dikatakan sebagai pengayaan (enrichment), apabila kepada peserta didik yang dapat dengan cepat menguasai/ memahami materi pelajaran yang disampaikan pada saat tatap muka diberi kesempatan untuk mengakses materi pembelajaran elektronik yang memang secara khusus dikembangkan untuk mereka. Tujuannya agar semakin memantapkan tingkat penguasaan terhadap materi pelajaran yang telah diterima di kelas.
3. Substitusi (pengganti)
Dikatakan sebagai substitusi apabila e-learning dilakukan sebagai pengganti kegiatan belajar, misalnya dengan menggunakan model-model kegiatan pembelajaran. Ada 3 (tiga) alternatif model yang dapat dipilih, yakni :
1.      sepenuhnya secara tatap muka (konvensional)
2.      sebagian secara tatap muka dan sebagian lagi melalui internet, atau bahkan
3.      sepenuhnya melalui internet

Ø  Peran e-learning dalam pembelajaran

Model pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi belajar anak dengan  memanfaatkan teknologi adalah melalui e-learning (pembelajaran elektronik).  E-learning adalah pembelajaran yang relatif baru di Indonesia, oleh karena itu  belum begitu banyak dimanfaatkan oleh masyarakat, selain memang membutuhkan  infrastruktur yang relatif masih mahal.

Ø  Kebihan e-learning
Kelebihan yang paling menonjol dari pembelajaran menggunakan komputer. Dalam hal ini e-learning adalah kemampuan siswa untuk dapat belajar mandiri. Karena sifat komputer yang lebih personal/individu, dapat membantu siswa untuk belajar mandiri dengan atau tanpa bimbingan langsung dari gurunya. Guru dalam hal ini pembelajaran dengan e-learning, dapat melaksanakan pembelajaran tanpa tatap muka secara langsung. Dengan kata lain, dengan atau tanpa gurupun pembelajaran secara mandiri tetap bisa berlangsung.
Ø  Kelemahan E-Learning
Ada beberapa kelemahan dalam e-learning yang sering menjadi pembicaraan, antara lain kemungkinan adanya kecurangan, plagiasi, dan pelanggaran hak cipta. Kuldep Nagi dari Amerika, memberikan ide untuk mengaktifkan diskusi kelompok secara online dan membatasi kadaluwarsa soal-soal ujian.
Kelemahan yang paling mendasar dari e-learning adalah kecurangan, plagiasi, dan pelanggaran hak cipta. Sesuai data dari Microsoft Corporation, pada tahun 2006 Indonesia menduduki peringkat ke dua terbesar dalam pembajakan di dunia maya (internet) pada khususnya dan penggunaan software di PC (Personal Computer) pada umumnya.

kel 6 : movie maker



Windows Movie Maker

Windows Movie Maker atau disingkat WMM adalah sebuah program editing video yang sederhana dan di desain untuk pemilik PC dengan sedikit pengalaman untuk membuat video rumahan. Sebenarnya Microsoft sudah memperkenalkan fasilitas WMM ini di Windows Millenium Edition (Me) beberapa waktu lalu. Namun, waktu itu masih sebagai tambahan atau Accessories.

Jadi, Windows Movie Maker adalah program atau software pengolah video yang bawaan dari windows XP. Movie Maker terinstall sewaktu menginstall Windows XP secara otomatis. Meskipun program bawaan dan bukannya program yang berdiri sendiri, Movie Maker mampu menjadi program video editing yang handal. Hal ini tidak terlepas dari kemudahan dalam penggunaannya, baik itu yang pemula dan penengah dikarenakan dukungan dari Microsoft yang menyediakan update dan fitur tambahan di website mereka.

Ø  Kebutuhan System
Movie Maker membutuhkan kondisi tertentu untuk dapat berjalan dengan baik dan optimal. Agar Windows Movie Maker ini berjalan dengan baik maka harus memenuhi beberapa persyaratan yang standart yaitu :
·         Minimal menggunakan Windows XP Home Edition atau Windows XP Profesional.
·         Kapasitas computer minimal Procesor Intel Pentium III 600 Mhz atau Processor AMD Athlon, RAM 128 Mb, Harddisk 10 Ghz.
·         Memiliki peralatan untuk meng-capture Audio (untuk meng-capture audio dari sumber external) dan memiliki DV atau peralatan untuk meng-capture video analog.

Ø  Jenis File
Pada Windows Movie Maker akan disimpan pada format file Windows Media. Tetapi dapat juga mengimport file lain pada Windows Media seperti mengimport file biasa, contohnya :
·         File Video     : .asf, .avi, .m1v, .mp2, .mpe, .mpeg, .mpg, .mpv2, .wm, .wmv
·         File gambar   : .bmp, .dib, .emf, .gif, .jfif, .jpe, .jpeg, .jpg, .png, .tif, .tiff, .wmf
·         File Audio     : .aif, .aifc, .asf, .au, .mp2, .mp3, . mpa, .snd, .wav, .wma

Ø  Manfaat Mempelajari Windows Movie Maker

Dalam kehidupan sehari-hari terkadang kita ingin mendokumentasikan sebuah kenangan yang menurut kita indah dan perlu untuk di dokumentasikan. Dokumentasi tersebut dapat berupa foto, tulisan, maupun video (gambar bergerak). Diantara manfaat pengeditan windows Movie Maker  :
  • Tampilan video yang lebih menarik.
  • Mampu membuat video klip sebuah album.
  • Dapat menampilkan video dengan variasi music.

Ø  Langkah-Langkah Membuat Windows Movie Maker

1.      Mengimport  File
Mengimport File gambar bisa dari hardisk pada computer, computer jaringan, CD atau dari media penyimpanan yang lain. Ketika mengimport file pada Windows Movie Maker bisa mengimport satu atau beberapa file sekaligus.
Langkah-Langkah Mengimport yaitu :
  • Klik Import Picture/gambar dibagian Capture Video.
  • Muncul menu Import untuk mencari file gambar yang kita simpan.
  • Pilih file gambar yang kita inginkan.
  • Klik Import.

Ø  Menempatkan Gambar Ke Storyboard
Untuk menempatkan gambar kita tinggal memilih gambar di Collection lalu drag ke Storyboard.
Ø  Memberikan  Pemisah  atau Transisi
Untuk memberikan pemisah setiap gambar kita harus menempatkan transisi dibagian potogan gambar yang sudah disediakan oleh Movie Maker.
Transisi berada di Edit Movie, untuk memberikan transisi klik View Video Transisi lalu pilih salah satu model transisi setelah itu Drag kebawah tempatkan di posisi Transisi. Lihat gambar dibawah ini .
Ø  Memberikan Efek Pada Gambar
Pemberian efek digambar agar gambar Nampak lebih beda dari suasana yang aslinya. Efek berada sama dengan transisi yaitu di Edit Movie dan cara penempatan effek juga sama yaitu dengan cara mendrag efek tempatkan pada posisi effek Storyboard.

Ø  Kelebihan dan Kelemahan Windows Movie Maker

Kelebihan Windows Movie Maker
a.       Hasil jadi videonya tidak terlalu besar kapasitasnya.
b.      Dapat dimasukan ke dalam internet
c.        Tampilan sederhana sehingga mudah dipelajari
d.      Kebanyakan sudah ada disetiap komputer yang menggunakan Microsoft windows
e.        Dapat langsung dijadikan bentuk VCD maupun DVD tanpa melalui nero
f.        Lebih mudah dan simple untuk pengedit pemula
g.      Dapat mengedit hanya dengan geser dan drag

Kekurangan Windows Movie Maker

a.       Pola permainan animasinya sedikit
b.      Proses  penyimpanan videonya sangat lama
c.       Video yang mau diedit harus berupa WMV
d.      Tidak dapat dibuka hasilnya dikomputer lain jika masih dalam keadaan project.
e.       Kurang memiliki fitur efeect untuk memperindah video
f.       Saat video telah terpotong kadang video terlalu cepat